Ia mengirim kecipak ikan
pada musim gerah
saat teratai kolam telah menjadi sampah
Pada pigura kayu cengkih
ingatannya menempel perih
nafas mengalir
darah memburu
mengulas kitab masa lalu
Ia kirim langkahnya yang gontai
keyakinan mengapung
harapan terasing
Ia cecap dirinya sendiri
kepahitan sudah rampung
Ia kirim semangkuk kolam
dengan air hijau
dalam senja Juni musim gersang
Pada keruh lumpurnya
rahasia-rahasia
Ia telan tanpa sisa
Ia mengirim kecipak ikan
tapi kolam sudah susut
berganti malam larut
In memoriam: ars
26 Desember 2012
No comments:
Post a Comment