Thursday, February 14, 2013

Pura-pura Ipad


Sembilan puluh persen sebuah Ipad adalah tentang kepura-puraan. Benda ini (--bagi KEBANYAKAN ORANG--) belumlah sebuah alat. Anda hanya senang memandanginya, menggerakkan jari-jari Anda di permukaan layarnya dan melihat segalanya bergerak-gerak. Sadarilah, seringkali semua itu tanpa tujuan serius apapun!

Ipad adalah bahasa kesenangan Anda untuk menguasai sesuatu dengan jentikan jari. Anda termanjakan oleh khayalan seorang raja saat semuanya bergerak mengikuti perintah jari Anda. Semuanya tersedia di hadapan Anda: Anjing yang suka meniru suara, para pemain bola yang heboh, mobil lucu yang minta diparkir dengan benar. 

Saya tidak menyarankan Anda untuk tidak menyukainya. Sebab seberapapun Anda berusaha tidak menyukainya, Anda akan selalu melihat orang yang memegang Ipad di sekeliling Anda. Ipad adalah identitas dunia konsumsi (oh, kemampuan membeli!). Ada anak kecil yang sangat manja dan terlihat makin manja dengan kenakalan mengada-ada, di ruang tunggu sebuah bandara, saat Ayah dan Ibunya sibuk oleh gadget mereka masing-masing, si anak juga sibuk bermain dengan burung-burung marah di Ipadnya. Tampangnya cuek, tak peduli pada lingkungan sekitar. Ia bermain tetapi tidak terlihat riang. Itulah wajah khas generasi bosan, yang hidupnya cukup melimpah ruah, didukung sensasi Ipad dalam sebuah jentikan kecil jarinya.

Ada juga seseorang yang hanya tergila-gila pada judul koran: "Ipad dengan Retina Display Diluncurkan". Lalu ia segera menjual Ipad lamanya :D *salam, damai*

Anda akan melihat komentator bola atau anchor berita membawakan siaran dengan Ipad di tangan. Lagaknya pasti kebingungan dan membuat kita selalu bertanya-tanya: "Apakah benda itu tak menyulitkan tangan mereka? Lalu apa yang sebenarnya dilakukan orang-orang itu saat ia menggerakkan jarinya di atas Ipad?" Mereka tidak betul-betul menggunakan benda itu. Mereka hanya menjalankan tugas pemasaran, yaitu mempertontonkan Ipad yang fenomenal.

Bahkan Anda juga akan melihat musikus favorit Anda menggunakan Ipad dalam sebuah pertunjukan resmi. Betapa menyakitkannya, benda "pasaran" ini menjadi sebuah alat bagi seorang maestro profesional.

Ada pula seorang presiden yang senang membacakan pidatonya dipandu sebuah Ipad. Masya Allah! Dunia kepresidenan pun menjadi lebih keminclong mirip Ipad.

Kepura-puraan menyebar di mana-mana. Suka atau tidak. Ipad ada di mana-mana. Suka atau tidak. Ipad adalah benda kenes penuh manipulasi yang membuat Anda gemas dan ingin memegangnya. Tetapi saat Anda sudah memilikinya, Anda akan tahu betapa benda ini lama-lama membosankan juga.

Saran saya: milikilah Ipad hanya jika Anda tidak perlu mengeluarkan uang besar (hadiah, gratifikasi, hak pakai, paket pembelian sebuah kendaraan, apapunlah) :D :D :D. Gunakanlah Ipad  HANYA di bawah koneksi internet yang cepat, di bangku kolam belakang rumah Anda, sambil melihat melati air :D :D :D. Yang terakhir inilah yang pantas dilabeli halal oleh komisi fatwa untuk penggunaan sebuah Ipad, sebab benda ini tak nyaman diajak berselancar melalui jaringan internet negeri kita yang malas. Selebihnya, benda ini terlalu licin, agak berat, tidak nyaman digenggam, terlalu berdandan; dijamin Anda akan cepat kehabisan ide untuk apa lagi ia bisa digunakan.