Tuesday, January 08, 2013

Loket Stasiun UI


Loket Stasiun UI ada dua. Satu di jalur Depok, satu lagi di jalur Jakarta. Peron di jalur Depok lebih besar. Di situ ada dua loket yang awalnya dibedakan berdasarkan jenis kereta: satu untuk Commuterline ber-AC yang lebih mahal, dan satu lagi untuk kereta ekonomi. Barangkali untuk alasan kepraktisan kemudian, kedua loket di jalur Depok melebur melayani semua jurusan dan semua jenis kereta. 

Tetapi rupanya, hari ini dua loket itu difungsikan lagi berdasarkan jurusan. Satu loket untuk jurusan Depok, satu loket lainnya untuk jurusan Jakarta. Yang bikin keder, loket jurusan Jakarta lah yang berada lebih dekat dengan pintu masuk. Sementara loket jurusan Depok berada di bagian dead-end.

Nah, pagi ini saya terburu-buru hendak ke Depok. Saya masuk ke loket pertama dan segera menyodorkan uang Rp 1000 rupiah. Uang diterima, namun petugas mengarahkan saya ke loket sebelah. Saya segera beralih ke loket sebelah. Petugas menyerahkan tiket saya, karena di situlah loket pembelian tiket jurusan Depok yang benar.

Sebenarnya, penataan ini ada baiknya juga. Bagi orang yang mau naik kereta jurusan Jakarta, dari pintu masuk mereka bisa cepat mencapai loket pertama. Mereka toh masih harus menyeberang lagi ke jalur dua. Penataan ini menghemat waktu mereka. Tetapi bagaimanapun, karena ini loket jurusan Depok, orang yang hendak menuju Depok atau Bogor secara otomatis akan menghampiri loket terdekat. Tadi saya melihat banyak penumpang salah loket. Mungkin sama seperti saya, belum terbiasa.

***

Dua kereta menuju Depok lewat. Semuanya Commuterline. Tiket saya seharga seribu tidak bisa digunakan. Lalu terdengar pengumuman: Commuterline ketiga akan segera masuk. Saya bergegas ke loket, membeli satu tiket Commuterline. Biarlah tiket pertama hangus, yang penting tiba secepatnya di Depok.

Di dalam kabin, suasana lengang khas kereta pagi jurusan Depok-Bogor. Kursi-kursi empuk merah nyaris tak terisi. Mendadak saya sadar: tiket pertama saya berwarna merah! Itu tiket Commuterline! Rp 8000! Mengapa baru sadar?! 

Pastilah tadi petugas loket salah memberi tiket. Sebab saya membayar di loket yang satunya. Sayangnya, saya terlalu berbaik sangka. Hahaha. Seharusnya saya tak perlu membeli tiket lagi.

No comments: