Wednesday, January 09, 2013

Kodepos Salah



"Kodepos-nya salah," ucap petugas Kantor Pos UI itu dingin. Sedikitpun dia tidak melirik saya! Bibirnya menyeringai tapi terkatup. Gayanya acuh tak acuh, barangkali untuk menunjukkan betapa berpengalamannya dia dalam mengurusi segala macam kiriman.

Saya mengerutkan kening. Kodepos salah? Apanya yang salah? Tapi tak ada gunanya mengerutkan kening jika dia sama sekali tak melirik saya. 

"69463, betul?" Saya memastikan.

"Ya. Salah," jawabnya. Gendeng!

Kembali mulutnya terkatup setengah menyeringai (menyeringai kok terkatup ya? Bayangkan saja tentang orang yang sangat bergaya). Dia terus mengetikkan sesuatu di komputernya. Dia merasa menang besar, terutama setelah membaca alamat penerima yang ia bayangkan begitu terpencilnya.

"Oke, oke. Berarti kodepos itu berubah setelah puluhan tahun tak pernah berubah. Sebentar, saya telepon penerimanya!" Ucap saya setengah mengancam. Sial! Saya perhatikan, dia tetap tidak melirik. Tahu-tahu terdengar dia berucap: "Sebentar…" Dia mulai terlihat ragu! Nah! Kena kamu! Untuk menyerang keraguannya, saya tambahkan kalimat ini: "Ya. Itu alamat rumah saya sendiri. Kantor posnya juga di situ! Saya hafal kodeposnya luar kepala!"

Serangan saya lanjutkan dengan menempelkan handphone di telinga. Segera kembali terdengar dia berucap: "Sebentar…" Hahahaha. Rupanya dia bertambah ragu!

"Asal Bapak tahu ya, jika saya mengirim surat kepada yang bersangkutan, cukup nama dan kodepos saja, tanpa alamat, pasti sampai!" Saya kesal bercampur gemas dan hampir tergelak jika tidak saya tahan.

Beberapa saat kemudian, petugas itu pun menyerah: "Ya. Kodepos-nya benar." Hahahahahahahaha. Saya mengakak keras-keras di dalam hati. Tapi tetap saja sial: dia tidak melirik sedikitpun, tidak melihat wajah kemenangan saya!

Catatan: oya. Soal ucapan saya mengirim tanpa alamat, itu hanya ucapan dalam hati. Tidak betul-betul terjadi :D Tetapi siapa yang masih meragukan "Kepada Yth. Kiyai M. Faizi, Kodepos 69463" tidak akan sampai? Bahkan kalau dikirim via P.O. Haryanto, pastilah tak perlu kodepos itu lagi :D

3 comments:

M. Faizi said...

sudah sampai kok...

M. Faizi said...

dan akhirnya benar-benar terbukti

http://kormeddal.blogspot.com/2013/03/kehebatan-kode-pos.html

m.naqib said...

jangankan dititip ke kondekturnya, diselipkan di bagasinya pun pasti sampai, kOh!